Postingan

Sidomukti 2009

Gambar
Three years ago, when the school year 2009/2010 I got enrolled into SMANCA’s student, precisely in my second year at X.1. Everyone said that class X.1 were clever and intelligent students. When I knew if I in class X.1, waaaw I was so proud. We were only consist of 32 students, 9 boys and 23 girls. One week, two weeks, three weeks we adapt and got to knew each other. One month, two months, three months, four months, we started to knew each other. Six months, seven months, eight months, we started to close. Nine months, we were inseparable. And the tenth month, we began planed for a holiday vacation. Various became the target of our vacation. From Karimunjawa Island, Semarang and Yogyakarta. Then with a variety of considerations and negotiations, we finally decided to vacation to Sidomukti and Bandungan. Sidomukti?? Where was it? What was that? What could we saw there? Various questions arised. Sixth day in July was our departure date. That day arrived. Hmm it...

Pernyataan Hoax Soekarno Seputar Pemuda (?)

Gambar
Sepuluh pemuda zaman now tidak akan bisa merubah dunia. Setuju? “Beri aku 10 pemuda, maka akan kuguncangkan dunia”. Kutipan Sang Presiden pertama Indonesia sekaligus Proklamator ini sering membanjiri feed dalam social media ketika berhubungan dengan pemuda. Beliau bahkan menyadari peran penting para pemuda sejak massa penjajahan. Tak tanggung-tanggung, beliau mengutarakan bahwa 10 pemuda dapat mengguncangkan dunia. Memang ini suatu kiasan yang bermakna hiperbola dan tidak nyata, namun makna didalamnya sungguh erat dengan kekuatan para pemuda. Pertanyaannya mengapa beliau begitu percaya dengan pemuda? Bukankah pemuda itu belum cukup pengalaman serta pemikirannya? Kenapa tidak mereka saja yang sudah banyak pengalaman serta matang dalam hal pemikiran dan ide, misalkan saja orangtua. Ya tentu orangtua disini bukan setua kakek nenek kita di rumah ya guys. Kita runtut dulu apa itu pemuda? Siapa yang disebut pemuda? Dan siapa saja yang tergolong pemuda? Pemuda menurut Ka...

Kusebut Ini Keajaiban

Gambar
💚 Jumat 28 September 2018, entah kenapa hari itu panas matahari terasa lebih menyengat dari hari biasa. Jumat selalu menjadi hari favorit dibanding hari-hari lain. Bukan karena aku libur kerja, tapi karena hari jumat adalah awal dari serangkaian hari sabtu dan minggu dimana saatnya istirahat tiba alias weekend . Waktu untuk beristirahat dari segala rutinitas di hari biasa. Agak manja memang, pengennya istirahat mulu, padahal pekerjaan yang dilakukan di hari biasa tidak begitu berat namun pengennya istirahat dalam waktu agak lama alias tidak singkat. Hmm manusia. 💙 Okey kembali ke hari jumat. Ada apa dengan hari jumat? Seperti pada jumat-jumat sebelumnya, aku dan anak-anak didikku dalam kelompok ilmiah remaja mengadakan kegiatan rutin bersama. Namun agenda pada hari jumat ini befitu special dan ditunggu-tunggu yaitu kunjungan ke perpustakaan daerah di Jepara. Antusiasme anak-anak yang diluar dugaanku membuatku turut bersemangat untuk membimbing dan membersamai mereka memperole...

Menikah tak Hanya Perihal "Dengan Siapa", tapi...

Menikah merupakan suatu pembahasan yang sering didengar terutama pada usia 20 tahun ke atas. Menikah pada dasarnya merupakan kegiatan ibadah yang paling lama dan paling mendapat banyak pahala, jika dilaksanakan sesuai syariat islam. Suatu hari teman sepermainanku waktu SMP memberi kabar bahwa ia akan segera menikah. Kaget. Ekspresi pertamaku. Sedih. Perasaan yang kurasa seketika saat itu. Bukan sedih karena melihat teman berbahagia. Tapi lebih ke perasaan sedih karena sebentar lagi ia bakal lebih sering bersama suaminya daripada aku. Egois memang, perasaan sedih ini yang belum siap ditinggal olehnya.  Tak berapa lama dia sering mengabariku seputar pernikahannya. Perasaan sedih berbalut bahagia masih menyelimuti hati. Senang rasanya masih dilibatkan dalam beberapa persiapan pernikahannya.  Tiba-tiba ku mulai dilanda rasa gelisah tentang pernikahan. Kutanyakan padanya saat itu juga. Kenapa ia memilih menikah pada saat ini? Kenapa dia memilih menikah sekarang?  Jawaban tak t...

Mimpiku Vs Restu Ibu

Gambar
Menjadi mahasiswa pascasarjana merupakan mimpiku sejak kugarap lembaran skripsi tahun lalu.  Jepang, turki, selandia baru,  jerman, dan Austria menjadi list negara yang akan kudatangi dengan beasiswa penuh pascasarjana oleh pemerintah. Beasiswa impian mahasiswa pasca mendapat sarjana. Ya, apa lagi kalau bukan LPDP.  Tidak hanya sebatas keinginan, aku sudah mengumpulkan sedikit demi sedikit informasi sejak setahun berjalan. Mulai dari baca blog para awardee (penerima beasiswa LPDP), download vlog seputar awardee dan cara jitu lolos, follow para persatuan para mahasiswa di negara yang hendak ku tuju, membeli buku cetak,  download pedoman online, wawancara secara langsung dengan awardee, dan sebagainya. Bukan hanya keinginan, namun tekad dan usaha telah kulakukan.  Mimpi seketika luntur saat minta restu ke orangtua. Ya, its a big No, kata mereka. 😩 Sedih, sedih bukan main. Semua persiapan yang kukumpulkan, kulakukan, sia sia. Ingin ku lari dan diam-diam mendafta...

Stop Generasi Komen Fisik

Gambar
Pernah ketemu temen sd, setelah bertahun-tahun terpisah? Hal apa yang pertama terbersit dalam pikiranmu? Fisik. Pasti. Berbagai komentar fisik menjadi 'basa-basi' ter polpuler saat pertama kali jumpa kawan lama. Mulai dari komentar positif yang nyenengin "hey, kamu tambah cantik ya sekarang" sampai komentar yang sedikit nyelekit "kamu kok gendutan ya, sar", atau "kok mukamu sekarang penuh jerawat, nis". Apa respon yang kalian berikan ketika menghadapi komentar itu? Komentar positif, jelas membuat kita tersipu malu ya, seneng lah bahasa mudahnya.  Bagaimana kalau komentar negatif yang kamu dapat? Apa responmu? Cenderung cuek? Bagus kalau kamu orang yang cuek, tak peduli komentar fisik dari seseorang, apalagi teman yang tiba-tiba datang. Berbeda dengan tipe orang yang pemikir. Merespon komentar tersebut dengan mikir keras. "apa iya sih, aku gemukan", "apa iya sih jerawatku sampai segitunya". Efeknya apa? Tipe ini akan cenderung me...

PR Menurut Berbagai Posisi

Gambar
Judulnya membingungkan ga ya? Semoga tidak 😁 Jadi maksud dari judul di atas adalah seiring bertambahnya usia, bertambah pula tingkatan berpikir seseorang, seperti membuka pikiran buntu yang telah lalu.  Anak sekolahan, secara umum  tidak suka diberi tugas, tidak suka diberi PR, tidak suka masuk cepat pulang telat. Benci banget dulu kalau diberi PR banyak, dengan deadline sehari, duuhhh pusyingg.  Guru yang ngasih banyak tugas lebih tidk disukai daripada guru yang jarang memberi tugas.  Guru yang sering telat masuk atau sering tidak berangkat juga sama.  Guru yang melakukan pembelajaran dominan diskusi juga lebih tidak disukai dibanding guru yang sering ceramah.  *ini pemikiran ku yang dulu 😆 Nah selanjutnya aku berkesempatan menjadi guru les. Alias tentor les privat. Dulu waktu jadi siswa aku sering protes sama guru yang ngajarnya ngawur, yang sering ngasih tugas tanpa ada penjelasan, sampai lebih sering ngobrol dikelas daripada ngejar materi. Saat itu pa...